D. Anggaplah Teguran Sebagai Cermin Memperindahkan Diri .
Ego manusia sentiasa merasakan yang ia serba sempurna tanpa ada cacat cela dan titik noda malah semuanya dirasai bagus . Kalau ada orang lain yg menilai sedikit berbeza,pasti si penilai yg dianggap silap .
Begitulah juga yg boleh berlaku dalam diri seorang mukmin . Dengan penuh kepercayaan terhadap dirinya,
ia begitu yakin bahwa semua langkahnya sempurna tanpa ada kesalahan . Yang salahnya adalah jika adayg menganggapnya salah . Dari sudut pandangan Islam, manusia adalah tempat salah dan lupa . Jadi, akan ada sahaja kemungkinan kalau seseorang mukmin pon boleh jadi khilaf . Kalau seorang ulama' pun boleh salah dan seorang pemimpin pun boleh tersasar, jadi pada ketika itu, ia sangat memerlukan teguran sebagai cermin yang boleh menyedarkan dirinya .
Rasulullah s.a.w bersabda , "Seseorang mukmin adalah cermin bagi mukmin yang lain . Apabila melihat aib padanya, dia segera memperbaikinya ." (HR Al-Bukhari)
Indahnya nikmat keimanan . Hati yang mulanya gelap menjadi terang . Bahaya dan penyakit yang bersarang disekeliling dirinya yang sebelumnya tertutup,boleh tersingkap dengan jelas . Kian nampaknya mana yang baik dan mana yang buruk dalam perkara apa pun termasuklah dalam pergaulan dan persaudaraan Islam .
Tiada manusia yang serba sempurna .
Ketika ini tidak ada manusia yang sempurna dalam segala perkara bahkan sentiasa sahaja ada kekurangan .
Boleh jadi :
1: Ada yang bagus dalam rupa paras , tapi ada kekurangan dalam gaya bicara .
2:Ada yang bagus dalam penguasaan ilmu , tapi tidak mampu menguasai emosi kalau ada singgungan .
Wednesday, December 16, 2009
Posted by Afiq Muhaimin at 5:26 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)



0 comments:
Post a Comment